Desainer BALEE ikut serta dalam kompetisi yang diadakan oleh Gajah Mada Stone dengan tema Eco Green Design Challenge 2019 – Design Marble Competition. Kompetisi ini menantang desainer interior dan arsitek untuk mengolah marble untuk diaplikasikan ke dalam 3 (tiga) buah kategori kompetisi, yaitu desan cladding living room, desain master bathroom serta desain furniture. Tema Ecogreen Design menuntut desain yang peka terhadap permasalahan di aspek waste material, pemaksimalan elemen eksterior dan interior terkait pencahayaan dan penghawaan, serta penerapan material ramah lingkungan. Desainer BALEE yang mengikuti kompetisi ini adalah, Naufal Fastabiq Forilma dan Sagaria Arinal Haq untuk kategori master bathroom serta Imam Pratama Adi Saloka untuk kategori furniture.

THE ENCHANTED WELLSPRING

  • Naufal Fastabiq Forilma menampilkan karya master bathroom dengan atmosfer natural, raw dan rustic. Kekuatan utama desain kamar mandi ini adalah pemanfaatan ruang dalam yang terbuka dengan ruang luar namun tetap memiliki privasi yang terjaga. Desain kamar mandi ini bertema ‘The Enchanted Wellspring’, dimana konsep utama kamar mandi adalah menghadirkan suasana mandi dan berendam di alam, di antara bebatuan dan dari sumber air alami. Fitur utama kamar mandi ini adalah panoramic view pada area shower dan closet. Material-material yang digunakan adalah batuan travertine silver DX dengan warna batu yang gelap serta memiliki tekstur horizontal yang jika diaplikasikan sebagai dinding secara masif akan menampilkan kesan berada di gua alami. Kemudian untuk area flooring dan bathtub menggunakan venetian beige marble yang lebih polos. Untuk menghasilkan atmosfer hangat digunakan kayu-kayu solid damar laut sisa pakai untuk furniture dan ceiling.

LUXURY WHITE ECO-SENSE

  • Sagaria Arinal Haq, menghadirkan karya berjudul ‘Luxury White Eco-Sense’. Luxury Eco Design merupakan konsep yang cocok untuk diterapkan pada master bathroom dengan full material marble. Material utama yang digunakan antara lain marble Agross White, Arabescato, Emperador Light serta Venetian Beige, sedangkan material pendukung lainnya adalah kayu solid dan high end stainless steel. Kesan luxury tampil berkat dominasi warna putih dari batuan marble yang digabung dengan aksen copper steel.

INCISION WASTE CREDENZA

  • Imam Pratama Adi Saloka, mendesain sebuah meja credenza sebagai pengisi foyer dengan judul karya Incision Waste Credenza. Credenza ini menggunakan material utama marble Statuarieto Nero, Emperador Light serta Agross White. Penerapan marble pada furniture memanfaatkan potongan-potongan sisa berbentuk vertikal yang disusun berpola membentuk pola motif burung. Credenza ini memiliki pintu bukaan storage yang tidak umum, yaitu di sisi kanan dan kiri serta atas untuk pengalaman ruang yang baru. Karya ini cukup standout dan berhasil memenangi peringkat ketiga untuk kategori desain furniture

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *